Cerita dibalik shutdown Pulas

Mungkin yang belum tahu tentang Pulas silakan check post saya disini.

Singkat cerita dahulu kala saya sedang mengerjakan proyek yang mengharuskan saya untuk bisa ngeprint dari javascript. Akhirnya sayapun mencari sebuah program yang bisa digunakan untuk hal tersebut dan saya dapatkan QZ Tray (https://qz.io/). Namun yang versi free sangat mengganggu saya dengan pop up nya dan akhirnya sayapun membuat sendiri yang mirip dengan QZ tapi saya hanya mengimplement yang saya butuhkan saja dan saya upload ke github sebagai free software.

FYI, QZ Tray ditulis menggunakan bahasa Java, dan Pulas yang saya buat menggunakan bahasa C++ dengan menggunakan framework Qt. Dan Pulas adalah free software  pertama saya yang saya upload ke Github.

Seiring berjalannya waktu, sayapun sering di hubungi orang bertanya soal Pulas tersebut mulai dari bagimana penggunaannya, kenapa bgini, begitu, dll. Dan saya anggap itu hal biasa. Dan akhirnya ada 1 email yang pada saat itu saya kira hanya email biasa yang menanyakan hal2 biasa, dan dia ingin menelponku via Skype, dan telp pun saya ladeni. Dan tidak menyangka orang yang menelponku tersebut adalah CEO dari QZ Tray (aplikasi yang saya contek cara kerjanya).

Percakapanpun terjadi dan sayapun tidak menyangka kalau sang CEO ternyata ingin mengembangkan QZ menggunakan bahasa C++. Ketika saya tanya kenapa ingin migrasi ke C++ katanya di Java banyak limitasi. Dan tidak menyangka lagi dia mengajak saya untuk mengembangkan Pulas saya menjadi QZ Tray versi C++ (Secara tidak langsung Pulas saya sudah beberapa step didepan QZ dalam hal bahasa). Dia menawarkan pada saya untuk freelance kerja ke QZ Tray namun dengan syarat saya harus shutdown proyek saya di Github.

Dia ngomong kalau Pulas yang saya buat sangat mirip dengan QZ (dalam hatipun saya ngomong ‘ya jelas lah, wong itu nyontek QZ cara kerjanya’). Dan akhirnya sayapun menceritakan bahwasanya Pulas yang saya buat berbasis pada QZ, dan diapun tertawa akan hal itu.

Setelah beberapa hari berfikir dan menentukan harga, akhirnya sayapun deal untuk freelance ke dia dan menshutdown Pulas saya. Namun sampai sekarangpun saya masih belum percaya akan hal ini dimana QZ adalah aplikasi yang saya contek cara kerjanya, namun sekarang saya malah di rekrut sama QZ.

Itulah sedikit cerita saya tentang free software yang akhirnya membawa saya untuk mendapatkan pekerjaan freelance dari US dengan bayaran USD. Semoga cerita ini bisa menginspirasi Anda untuk menulis free software.

6 thoughts on “Cerita dibalik shutdown Pulas

  1. MdarulM

    Wah bisa jadi inspirasi bagi para job seeker. Terutama yang ingin menjadi freelancer gaji dollar dengan gaya hidup rupiah….Serta bisa kerja remote di rumah.

    Salut dan aku mengagumimu lek…..hehehe

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *